6 Profesi yang Dulu Sering Diremehkan

6 Profesi yang Dulu Sering Diremehkan

Sejak insan kesatu dibuat hingga sekarang, telah tak terhitung banyaknya generasi yang pernah hidup di dunia. Tentu masing-masing generasi menghadapi zaman dan kendala yang berbeda-beda, jadi nggak heran bila mereka punya pola pikir yang pun tak sama. Nggak usah jauh-jauh deh, lihat saja caramu dan orang tuamu berpikir. Meskipun cuma lain 1 tingkat generasi aja, namun pola pikir kalian dapat sangat berseberangan.

Contoh sangat signifikan dapat dilihat dari pendapat kalian soal kegiatan yang pantas diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. Nggak bakal ada yang mempertanyakan bila kamu membalas “dokter”, “pengacara”, “akuntan”, atau “PNS” ketika ditanya pekerjaanmu apa. Tapi jajaki jawab “social media strategist.” Dijamin, alis bakal terangkat dan satu pertanyaan menyusul: tersebut kerjaannya ngapain? Main media sosial?

Seiring masa-masa berlalu, pandangan soal kegiatan pun berubah. Nah, bila ditilik dari pendapatan dan besarnya peluang, menurut sedayubet pekerjaan-pekerjaan ini telah mulai jadi incaran nih. Simak yuk~

6 Profesi yang Dulu Sering Diremehkan
6 Profesi yang Dulu Sering Diremehkan

1. Segera ubah mindset orang-orang yang masih bilang fashion designer tersebut profesi tak menjanjikan

 

Sebagian besar orang tua barangkali memandang fashion designer atau perancang busana tersebut sama aja dengan penjahit biasa yang mudah didatangi di pinggir jalan. Padahal tak segampang itu. Perancang busana mesti dapat menggambar pola secara manual atau memakai komputer, memilih bahan kain berbobot | berbobot | berkualitas tinggi cocok kebutuhan, hingga bekerja bareng desainer beda untuk menciptakan prototipe desain.

Saat ini bersamaan dengan bertumbuhnya dunia digital, industri fesyen juga ikutan pesat. Banyak lho clothing brand yang perlu desainer. Dan bila diseriusi, sudah tidak sedikit kok misal orang berhasil yang masing-masing harinya bergelut dengan kain dan pola baju. Tak tanggung-tanggung, harga 1 baju karya perancang busana terkenal dapat mencapai ratusan juta lho! Gimana nggak buat ngiler tuh?

2. Kamu yang pernah berangan-angan jadi fotografer dan mustahil restu orang tua, mungkin dapat mencoba lagi sekarang

 

Saat pemakaian kamera belum masif laksana sekarang, mayoritas orang tua pasti memandang profesi fotografer cuma dapat jadi kegiatan sampingan di kala senggang. Dijamin deh orang tuamu bakalan shock bila kamu bilang kelak hendak berkarier jadi fotografer. Tapi bila melihat pekerjaan ‘foto-foto’ telah jadi kebiasaan yang tak dapat lepas dari kehidupan insan seperti sekarang, fotografer jelas jadi profesi yang lumayan menjanjikan. Tapi pastinya jadi fotografer nggak dapat sembarangan. Karena seorang fotografer tak melulu dituntut dapat mengoperasikan kamera tapi pun harus paham konsep. Pastinya lain dong memotret makanan dengan memotret profil orang?

3. Gemar menggambar kini bukan cuma dapat jadi kegemaran sejak profesi animator atau ilustrator tidak sedikit diminati

 

Dulu anda pasti tidak jarang sebut ‘menggambar’ sebagai kegemaran di biodata zaman SD. Seiring berkembangnya teknologi, sekarang ‘tukang gambar’ dapat mengantongi puluhan juta rupiah hanya dengan menciptakan animasi atau ilustrasi digital lho. Kalau anda sering dengar mahasiswa dari jurusan animasi, mereka itulah orang-orang yang bakal menasbihkan diri jadi animator atau ilustrator. Biasanya mereka tidak sedikit bekerja di perusahaan iklan, penerbitan, atau media.

Bahkan tidak sedikit pula yang bekerja sendiri. Pendapatan mereka pun nggak main-main lho sebab kreativitas tersebut ‘kan memang mahal. Sekadar bocoran, ketika ini pun mulai berlahiran portal komik online laksana Webtoon dan Comica. Di sana, menciptakan komik dapat dapat bayaran besar lho! Jadi masih bilang ilustrator nggak dapat memberi uang?

4. Sekarang tidak sedikit perusahaan start up yang memerlukan posisi social media strategist. Memang urgen sih

 

Mungkin masih tidak sedikit dari anda yang belum tak asing dengan posisi ini. Tapi Social Media Strategist (SMS) menjadi profesi yang berkesempatan besar di era digital ini. Media sosial menjadi suatu senjata ampuh untuk tidak sedikit pelaku bisnis. Mulai dari menjual produk sampai menjaring konsumen. Di sinilah SMS dibutuhkan, yakni bagaimana konten dalam media sosial dikemas jadi semenarik barangkali sehingga dapat menarik orang. Mereka mesti paham gimana buat strategi tepat sasaran di masing-masing platform media sosial dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Jadi bila dulu anda mainan medsos dimarahin, kini malah dapat jadi skill yang menghasilkan duit!

5. Yang tidak jarang meremehkan jurusan kursus keelokan pasti gigit jari. Sekarang profesi Makeup Artist (MUA) semakin diminati

 

Dulu kursus keelokan sering dirasakan sebagai pendidikan ruang belajar dua. Yang ikut pun biasanya dibilang genit dan hobinya hanya dandan doang. Hmm, sekarang tentu menyesal nih yang sempat beranggapan seperti itu. Makeup artist menjadi di antara profesi yang lumayan bergengsi dan menjanjikan. Mulai dari menghandle makeup pengantin, wisudaan, sampai model-model internasional. Bermain-main dengan makeup juga tidak hanya perlu skill memoles bedak dan memadukannya dengan lipstick. Ada teori-teori yang mesti dimengerti mengenai kontur wajah, konsep riasan, dan tidak sedikit hal supaya hasilnya maksimal. Bila masih belum percaya, jajaki tengok Bubah Alfian, penata rias Indonesia yang sempat merias semua peserta America’s Next Top Model dan supermodel dunia, Tyra Banks.

6. Tingginya pemakai smartphone ketika ini menciptakan developer software android jadi profesi yang tidak sedikit digandrungi

 

Ya, pengembang yang dimaksud di sini ialah para pencipta beragam software di ponsel androidmu. Begitu luasnya pemakaian ponsel pintar di dunia ketika ini menciptakan profesi ini juga tidak sedikit dicari perusahaan digital. Mereka dituntut guna terus berinovasi mengembangkan berbagai software yang menjawab keperluan manusia.

Buat anda yang memang bergelut di ranah ini, Indosat Ooredoo sedang menyelenggarakan persaingan membuat gagasan dan software mobile yang berfungsi tak hanya di skala nasional tapi pun skala global. Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-11 yang mengangkat tema ‘Digital Nation’ ini tak hanya dapat diikuti anak-anak muda bertalenta dari Indonesia saja, tapi pun luar negeri. Hal ini dimaksudkan supaya semua talenta muda Indonesia mampu muncul dan berlomba dengan pemain global.

Ada 4 kelompok kategori persaingan yang dapat kamu ikut yaitu: kelompok Kids & Teens, Beginner, Professional, dan Women & Girls. Sedangkan untuk gagasan dan aplikasinya dapat bergerak di bidang Entertainment, Utility, Media (social media, chatting, ebook), dan Special Needs. Para peserta dapat menciptakan ide software untuk sistem operasi Android, iOS, atau Windows Mobile.

Beragam hadiah unik seperti duit tunai ratusan juta rupiah dan kesempatan berangjangsana ke perusahaan skala global, membuat persaingan ini terlampau sayang bikin dilewatkan. Kamu juga dapat mengikuti rangkaian pekerjaan roadshow di Esa Unggul tanggal 13 November 2017 besok, serta gathering komunitas, hackathon dan bootcamp menjelang grand final IWIC lho. Segara kunjungi website ini bikin kalian yang tertarik guna mendaftarkan gagasan dan aplikasimu. Jangan hingga kelewatan~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *